STUDI EVALUASI DAN ANALISIS BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN DI DAS NANGKA

Authors

  • Muhammad Rifai
  • Ery Suhartanto
  • Runi Asmaranto

Abstract

Abstrak: Letusan gunung berapi membawa banyak material vulkanik mengikuti aliran sungai dan mengendap di sepanjang aliran sungai yang dilaluinya. Untuk mengendalikan aliran sedimen dan mengurangi resiko bencana di bagian hilir maka perlu dilakukan konservasi pada bagian  hulu sungai agar  aliran sedimen dapat dikendalikan. Dengan metode Universal Soil Losses Equation (USLE) menggunakan bantuan aplikasi ArcView GIS 3.3, besarnya volume sedimen di DAS Nangka yang dihasilkan oleh laju sedimen hasil erosi lahan adalah 2.179,36 m3. Sedangkan volume sedimen sekali banjir (Vec) yang dihasilkan oleh aliran sedimen debris berdasarkan kala ulang 50 adalah 452.007,95 m3. Volume sedimen total yang terjadi di DAS nangka adalah 454.187,30 m3. Karena Sub DAS Tibu Dalam berada diluar alur Sungai Nangka sehingga total sedimennya tinggal 388.325,40 m3.Bangunan pengendali sedimen eksisting (Sabodam Belanting) pada saat ini hanya mampu menangkap sedimen sebesar 195.434,48 m3, sehingga tingkat reduksi sedimen (Dumping Efficiency) saat ini adalah sebesar 50,33%, dengan demikian volume kelebihan sedimen (Ve) sebesar 192.890,92 m3 harus dikelola oleh sabo sistem di bagian hilirnya.Keseimbangan kuantitas sedimen terhadap alternatif rencana bangunan pengendali sedimen ini dilakukan dengan menghitung kapasitas alternatif lokasi titik dasar sabo (Sabo Basic Point) kemudian dikalkulasikan ke dalam skema transportasi volume produksi sedimen (sediment yeild) di DAS Nangka dengan Sabo Eksisting. Lokasi bangunan pengendali sedimen terpilih adalah alternatif 3 mampu mereduksi volume kelebihan sedimen (Ve) sebesar 84,48 % dari sedimen yang yang harus dikelola dan menekan sedimen ijin (Va) sampai 7.73 %. Kata kunci : Erosi, ArcView GIS, Debris, Sedimentasi, Konservasi. Abstract: Volcanic eruptions brought a lot of volcanic material settles along rivers and streams along its path. To control the flow of sediment and reduce the risk of disaster in the downstream it is necessary to conservation on the upstream side of the river so that the flow of sediment can be controlled. With the method of Universal Soil Losses Equation (USLE) using ArcView GIS 3.3, applicationsthe volume of sediment in the Nangka watershed generated by the rate of soil erosion is sediment results 2.179,36 m3/year.Whereas once the flood sediment volume (VEC) is generated by the flow of sediment debris by return periode 50 is 452,007.95 m3. So that the total sediment volume is known that occur in the Nangka watershed is 454.187,30 m3. Because Sub Watershed Tibu Dalam located outside Nangka river flow so that the total sediment stay 388.325,40 m3. Existing building sediment control(SabodamBelanting) is currently only able to capture sediment at 195,434.48 m3, so that the rate of reduction of sediment (Dumping Efficiency) currently amounts to 50.33%, thus the excess sediment volume (Ve) of 192,890.92 m3 should be managed by sabo system in the downstream.The balance quantity of sediment to alternative building plans sediment control is done by calculating the capacity of the alternative location of Sabo Basic Point then calculated into the transport scheme production volume of sediment (sediment yeild) in NangkaWatrsheed with Existing Sabo. The location chosen building sediment control is the third alternative capable of reducing excess sediment volume (Ve) amounted to 84.48% of the sediment that must be managed and pressing sediment permit (Va) to 7.73%.Keywords: Erosion, ArcView GIS, Debris, Sedimentation, Conservation

Downloads

Published

2016-09-07

How to Cite

Rifai, M., Suhartanto, E., & Asmaranto, R. (2016). STUDI EVALUASI DAN ANALISIS BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN DI DAS NANGKA. Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering, 6(2), pp. 229 – 238. Retrieved from https://jurnalpengairan.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/272

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>