Model Penjernih Air Hujan Untuk Air Bersih

Rahmah Dara Lufira, Lilik Zuhriyah, Satwika Desantina Muktiningsih, Aldila Putri Rahayu, Denny Ahmad Fauzi

Abstract


Menabung air hujan adalah salah satu upaya untuk mengendalikan kekurangan air dimusim kemarau. Sistem penjernih air hujan menjadi air bersih ini adalah rangkaian kegiatan gerakan menabung air hujan dan menggunakannya kembali untuk konservasi air tanah serta kebutuhan sehari-hari. Desa Arjosari mengalami kekurangan air bersih pada saat musim kemarau, maka dari itu peneliti membuat sistem penjernih air ini dengan memanfaatkan air hujan. Metode yang digunakan adalah tandon air kemudian pipa penjernih yang terdiri dari Zeolit, kerikil, Arang, ijuk dan spoons. Hasil analisa yang telah dilakukan dilaboratorium menggunakan parameter logam metode AAS (atomic absorbance spectrofotometri), parameter anion (spectrofotometer uv vis), dan parameter fisik (water quality checker dan tss meter). Didapatkan rata-rata nilai untuk pH 6.71, TSS 0, TDS 40,3, CaCO3 0, kandungan besi 0,032, Mangan 0,113. Pengujian yang telah dilakukan, mendapatkan hasil yang sesuai dengan persyaratan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/MENKES/PER/IV/2010. Sehingga Air yang dipakai memenuhi syarat penggunaan air bersih.


Keywords


Penjernih air, kualitas air, air bersih

Full Text:

PDF

References


Asmaningrum, H. P., & Pasaribu, Y. P. 2016. Penentuan Kadar Besi (Fe) dan Kesadahan pada Air Minum Isi Ulang di Distrik Merauke. Magistra, 3(2), 95–104.

Erna, H., dkk. 2017. Deseminasi: Pembuatan Air Bersih Dengan Memanfaatkan Air Hujan Melalui Penyaring Pipa Bersusun Berbasis Adsorben Alami. Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Gupta, H. and Roy, S. 2007. Geothermal Energy an Alternate Resource for the 21 st Century. Amsterdam: Elsevier B.V.

Haderiah, & Novi Utami Dewi. 2016. Meminimalisir Kadar Detergen dengan Penambahan Koagulan dan Filtrasi Media Saring pada Limbah Kamar Mandi. Higiene, 1(1), 33–41.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua dan Pemandian Umum. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 1–20.

Musiam, S., Darmiani, S., & Putra, A. M. P. (2017). Analisis Kuantitatif Kesadahan Total Air Minum Isi Ulang Yang Dijual Di Wilayah Kayu Tangi Kota Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Manuntung, 1(2), 145–148.

Sahetapy, J. M. F. 2018. Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Deterjen Bubuk terhadap Frekuensi Bukaan Operkulum dan Kelangsungan Hidup Ikan Mas ( Cyprinus carpio ) ( The Effect of Different Surfactant to Frequency of Openings Operculum and Survival Rate of Grass Carp ( Cyprinus carpio. 14(April), 35–40.

Wardani, Novianti Tri Kusuma. 2017. “Skripsi Pengaruh Co ( Ii ) Pada Analisis Besi ( Iii ) Dengan Pengompleks 1 , 10- Fenantrolin Pada pH 3 , 5 Secara Spektrofotometri Uv-Vis.” (Ii): 11.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.pengairan.2021.012.01.06

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.