Analisis Perubahan Penggunaan Air Bersih Sebelum dan Sesudah Terjadi Kenaikan Tarif PDAM di Kabupaten Bangli

Mawiti Infantri Yekti, I Gusti Ngurah Kerta Arsana, Made Dwita Berlian Aryasavira

Abstract


Di tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Bangli serta PDAM Kabupaten Bangli sepakat untuk membuat kebijakan baru terkait dengan kenaikan tarif air bersih di Kecamatan Bangli dan Tembuku. Penelitian ini bertujuan memunculkan trend perubahan sebelum dan sesudah kenaikan tarif PDAM sebesar 118%, sehingga dapat dijadikan landasan pengambilan keputusan PDAM Bangli selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dengan mengambil secara acak sampel yang diteliti tanpa melihat strata yang ada, dan sampel tersebar sebanyak 80 sampel di Kecamatan Bangli dan sebanyak 75 sampel di Kecamatan Tembuku. Hasil analisis menunjukkan penggunaan air bersih mengalami trend penurunan sesudah kenaikan tarif yaitu 25.28% berdasarkan survei dan 25.31% berdasarkan ketetapan PDAM di Kecamatan Bangli. Sedangkan di Kecamatan Tembuku menunjukkan trend sebaliknya yaitu meningkat sesudah kenaikan tarif sebesar 14.08% berdasarkan survei dan 14.07% berdasarkan ketetapan PDAM. Perubahan penggunaan air bersih rata-rata per orang/hari tersebut dipengaruhi kebutuhan air berdasarkan jumlah anggota keluarga di setiap rumah per bulan.


Keywords


kenaikan tarif; PDAM kabupaten bangli; penggunaan air bersih; trend

Full Text:

PDF

References


Andawayanti, Ussy, Mohammad Bisri, and Cahyani Ainin. 2010. “Studi Harga Air Di Pdam Kota Malang.” Jurnal Teknik Pengairan 1(2): 1–12.

Dwi, Tirta Yudha Gaib, Lambertus Tanudjaja, and Liany A. Hendratta. 2016. “Perencanaan Peningkatan Kapasitas Produksi Air Bersih Ibukota Kecamatan Nuangan.” Jurnal Sipil Statik 4(8): 481–91.

Jalali, S. 2019. “Persyaratan Kualitas Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bangli 2013. Tarif Air Berubah Menjadi 3.700 Per-M3nya.”

Kabupaten Bangli, PDAM. 2019a. Klasifikasi Pengguna Air Bersih PDAM Kabupaten Bangli.

Kabupaten Bangli, PDAM. 2019b. Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Bangli Tentang Perubahan Tarif Air Sebesar 118% Di Kecamatan Bangli Dan Tembuku.

Kemendagri. 2006. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 23 Tahun 2006 Tentang Pedoman Teknis Dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum Pada Perusahaan Daerah Air Minum.

Kementerian Dalam Negeri. 2016. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. 71 Tahun 2016 Tentang Perhitungan Dan Penetapan Tarif Air Minum.

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 2015. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 122 Tahun 2015 Tentang Sistem Penyediaan Air Minum.

Rahmanian, N. et al. 2015. “Analysis of Physiochemical Parameters to Evaluate the Drinking Water Quality in the State of Perak, Malaysia.” Journal of Chemistry 2015(Cd).

Rohmaningsih, Elin, Mohammad Sholichin, and Riyanto Haribowo. 2017. “Kajian Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih Pada Daerah Rawan Air Di Desa Sumbersih.” Jurnal Teknik Pengairan 8(1): 48–59.

Rumahorbo, Willy. 2009. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Air Bersih Di Kecamatan Medan Timur.” Universitas Sumatera Utara.

Suminar, Cucum. 2016. “Ini Manfaat Tarif PDAM Yang Lebih Ekonomis.”

Yoga Pratama, I Wayan Deny, I Nyoman Norken, and I Putu Gustave Suryantara. 2013. “Analisis Perubahan Penggunaan Air Minum Sebelum Dan Setelah Kenaikan Tarif PDAM Kota Denpasar (Studi Kasus: Denpasar Selatan).” Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil 2(2): 1–6.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.pengairan.2020.011.01.04

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Teknik Pengairan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.