KAJIAN ALIRAN PADA INLET SUDETAN SUNGAI CILIWUNG KE KANAL BANJIR TIMUR UNTUK PENGENDALIAN BANJIR JAKARTA

Authors

  • Rica Yunita
  • Mohammad Sholichin
  • Tri Budi Prayogo

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.2

Keywords:

kapasitas debit, inlet sudetan, banjir, HEC-RAS

Abstract

Sudetan Sungai Ciiwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) merupakan salah satu cara untuk mengurangi banjir pada Sungai Ciliwung. Bangunan ini diharapkan mampu mengalihkan debit banjir sungai Sungai Ciliwung ke KBT sebesar 60 m3/detik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil model fisik dengan melakukan perbandingan aliran pada model fisik terhadap perhitungan secara teoritis dan analisa satu dimensi menggunakan HEC-RAS. Perhitungan teoritis dilakukan dengan metode De Marchi, side weir, percabangan anak sungai dan aliran melalui pulau. Perhitungan melalui 4 metode dan hasil simulasi HEC-RAS didapatkan beberapa perbedaan terhadap debit, kecepatan dan tinggi muka air pada inlet floodway (sudetan) Sungai Ciliwung ke KBT namun tidak terlalu signifikan. Baik hasil uji model fisik maupun perhitungan teoritis dan simulasi HEC-RAS debit 60 m3/detik dapat terjadi apabila elevasi muka air di Sungai Ciliwung diatas +12,342 m.  

References

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta. (2016). Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta. Jakarta: BPPD DKI Jakarta.

Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane. (2015). Laporan Pemodelan Fisik Hidrolika-2 Pembangunan Sudetan Sungai Ciliwung Ke Kanal Banjir Timur. Jakarta: BBWS Ciliwung– Cisadane.

Bagheri, S., A.R. Kabiri-Samani, M. Heidarpour. (2004). Discharge coefficient of rectangular sharp-crested side weirs, Part I: Traditional weir equation. Elsevier Flow Measurement and Instrumentation. 35 (2014) 109-115.

Borghei, M., M.R. Jalili, M. Ghodsian. (1999). Discharge coefficient for sharp-crested side weir in subcritical flow. ASCE Journal of Hydraulic Engineering. 125(10) : 1051–6.

Cheong, H. F. (1991). Discharge coefficient of lateral diversion from trapezoidal channel. ASCE Journal of Irrigation and Drainage Engineering. 117(4): 321–33.

Chow, V., (1997). Hidrolika Saluran Terbuka (Open Channel Hydraulics). Cetakan Keempat. Jakarta: Erlangga.

Departemen Pekerjaan Umum. (1986). Standar Perencanaan Irigasi, Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan, KP-04. Jakarta.

Emiroglu, M.E., Agaccioglu, H., Kaya, N., (2011). Discharging capacity of rectangular side weir in straight open channels, Elsevier Flow Measurement and Instrumentation. 22 (2011) 319–330.

Ghodsian, M. Supercritical flow over rectangular side weir. (2003). Canadian Journal of Civil Engineering. 30(3): 596– 600.

Hager, W. H. Lateral outflow over side weirs. (1987). ASCE Journal of Hydraulic Engineering. 113(4):491–504.

Jalili MR, S.M. Borghei. (1996). Discussion of ‘Discharge coefficient of rectangular side weir. ASCE Journal of Irrigation and Drainage Engineering. 122(2): 132.

Ranga Raju, K.G. (1986). Aliran Melalui saluran Terbuka. Terjemahan Oleh Y. P. Pangaribuan. Jakarta: Erlangga.

Sulfandi. (2015). Studi Pengaruh Perubahan Tataguna Lahan Di DAS Mamasa terhadap Usia Guna Waduk PLTA Bakaru. Tesis. Malang: Universitas Brawijaya.

Webber, N. B., (1971). Fluid Mechanics for Civil Engineers. London: Chapman and Hall.

Downloads

Published

2017-11-30

How to Cite

Yunita, R., Sholichin, M., & Prayogo, T. B. (2017). KAJIAN ALIRAN PADA INLET SUDETAN SUNGAI CILIWUNG KE KANAL BANJIR TIMUR UNTUK PENGENDALIAN BANJIR JAKARTA. Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering, 8(2), pp.158–168. https://doi.org/10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.2

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>