PENGELOLAAN DRAINASE SECARA TERPADU UNTUK PENGENDALIAN GENANGAN DI KAWASAN SIDOKARE KABUPATEN SIDOARJO

Dani Eko Guntoro, Donny Harisuseno, Evi Nur Cahya

Abstract


ABSTRAK: Banjir dan genangan di Kabupaten Sidoarjo telah menjadi permasalahan tahunan yang serius. Penelitian ini mengkaji mengenai pengelolaan drainase secara terpadu untuk pengendalian banjir dan genangan di Kawasan Sidokare, dengan pola kombinasi tertentu, yang meliputi desain saluran drainase, kolam tampungan dan pompa. Kawasan Sidokare terbagi menjadi tiga DTA, yaitu DTA Pintu Air Sepande, DTA Rumah Pompa Sidokare dan DTA Pintu Air Jl. Diponegoro. Rumus Mononobe digunakan untuk menghitung intensitas hujan dengan kala ulang tertentu. Curah hujan rancangan dihitung dengan metode Log Pearson Tipe III. Dari hasil analisis, banjir historis di Kawasan Sidokare disebabkan oleh curah hujan kala ulang 1,01 tahun dengan intensitas hujan 17,55 mm/jam. Upaya penanganan melalui pengelolaan drainase secara terpadu pada masing-masing Daerah Tangkapan Air (DTA) di Kawasan Sidokare, dapat mereduksi banjir hingga 100%. Penanganan untuk DTA Pintu Air Sepande meliputi kombinasi saluran drainase eksisting dan kolam tampungan, DTA Rumah Pompa Sidokare menggunakan kombinasi saluran drainase eksisting, kolam tampungan dan pompa banjir eksisting, sedangkan DTA Pintu Air Jl. Diponegoro dilakukan dengan kombinasi saluran drainase eksisting, saluran tersier baru dan pompa banjir baru.

 

Kata kunci: pengelolaan drainase secara terpadu, banjir,  genangan, reduksi banjir.

 

ABSTRACT: Flood and inundation in Sidoarjo Regency had become an annual serious problem. This research has an objective to apply an integrated drainage management to controlling flood and inundation at Sidokare Region, which consists of drainage channel  design, retarding pond, and pump design. Sidokare Region is divided into three catchment area, which is Sepande Sluice catchment area, Sidokare Pump House catchment area and Jl. Diponegoro Sluice catchment area. Mononobe formula was used to analyze rainfall intensity during historical floods with several return periods. Design rainfall was analyzed with Log Pearson Type III method. From the analysis, the historical floods in Sidokare Region caused by rainfall with return period of 1,01 years, showed  the rainfall intensity of 17,55 mm/hour. The implementation of the integrated drainage management at each catchment area of Sidokare Region, can reduce flood up to 100%. The inundation management for Sepande Sluice catchment area comprise with combination of existing drainage channel and a detention pond, Sidokare Pump House catchment area using combination of existing drainage channel, detention pond and the existing flood pump, whereas Jl. Diponegoro Sluice catchment area with a combination of existing drainage channel, a new tertiary channel  and the new flood pump.

 

Keywords: an integrated drainage management, flood, inundation, flood reduce.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Teknik Pengairan